Kamis, 28 Maret 2013

CINTA TERPENDAM cerpen sad ending

 MAU post cerpen nih karya aku :) heheh
tentang rio idola cilik :D AKU PAKE NAMA Asprill itu karna nama temen aku :) dia minta bikin in cerpen heheh


karya : dinda safitri
@ndawDS
keep enjoyed guys :) 



Ini adalah pagi yang suram. Sekeliling rio terasa gelap meski matahari telah beranjak dari tidurnya yg lelap semalam. Baju hitam yg dipakai smakin membuatnya tampak suram. Aku beranjak dari tempatku mengintai, dalam diam berlari pelan. Kulihat ia menoleh. Mungkin sekilas melihat daun yang bergemerisik. 

Rio bergerak. Menyeret langkahnya, sedikit terhuyung. Menuju kerumunan orang yang mengelilingi stu nisan. Ya,satu nisan. Dan disanalah aku terbaring kaku. Seseorang di sana menepuk bahu rio. Lalu tersedu di sampingnya. Rio diam. Tak bergeming. Huh, bahkan dia tak menagis. Mungkin memang dia tak pernah mencintaiku... 

*** 

"Rio, kamu tau alasan kenapa aku selalu benci ify?" Aku mendengar shilla bertanya pelan.

Rio tak mengangkat pandangan dari buku yg ia baca . "Karna ify rese, maybe ?" 

"Bukan, bukan itu yo!" 

"Ya aku ga tau, itu bukan urusan aku sebenarnya, emm maksudku bukan urusan mmm.. Cowok" 

"Karna ify .." Shilla berhenti bicara, dan rio menatap shilla. 

"Karna ify pernah bikin kamu sakit hati" lanjut shilla pelan. 

"Oh,thanks, tapi kurasa itu bukan alasan yang tepat untuk membenci seseorang" 

Shilla menelan ludah . "Karena aku nggak mau kamu sakit hati, karna aku mmm.. Aku .. Mmm .. Suka kamu .." Tutur shilla . 

"Oh makasih ! Manis banget !" Sahut rio enteng 

"Terus?" 

"Terus? :/" rio mengerutkan kening 

"Kamu mau kan jadi pacar aku?" 

Rio menghela nafas pelan "hhuufft.. Mungkin iya" rio lalu mengangguk pelan smabil memaksa kan tersenyum. 

Aku mendengar dengan jelas. Dan sejak saat itu aku yakin rio tak pernah mencintai aku. 

*** 

Areal pekuburan telah sepi. Hanya tersisa beberapa orang berkeliling menatap kosong nisan ku. Kulihat rio di sana. Tapi aku yakin, itu bukan karna ia tak ingin meninggalkan nisan ku. Itu pasti karna hanya shilla, sahabat ku -yg merupakan pacarnya pula- tak mau beranjak dari tempatnya bersimpuh. 

Akhirnya shilla menyerah. Di sambutnya tangan rio yg terulur kedepan wajahnya . 
Kudengar sayup-sayup shilla terisak. Lalu kudengar suara teduh rio menenangkannya. 

Hah, suara itu ... Suara yg entah sejak kapan selau terbayang di kepala ku. Suara yang sejak kapan selalu bisa membuatku gembira saat mendengarnya. Dan sura yang ntah sejak kapan terasa bagai pisau yang merobek hatiku. 

#Flas back on# 

"Asprill? Kamu sudah beli novel yg kemari di ceritakan bu winda?" Suara rio yg berat mengagetkanku. 

Aku memasang tampang cuek "oh udah" 

"Hah? Beneran? Aduhhh,, aku pengen banget beli. Sial! Kamu udah selesai bacanya?" Tanya rio lagi smabil menatapku. 

aku menggelengkan kepala " belum, sudah hampir selesai sih" 

"Yah.. Aku kapan belinya yah? Udah pengen banget . Kamu sih nggak bilang mau beli prill! Aku kan bisa titip sama kamu" rio mendorongku bercanda. 

" Ya aku nggak tau, kamu juga nggak bilang" kata ku membalas dorngannya 

Rio tertawa "ya udah drh, bye.. Aku ke kelas dulu" 

Aku mengangguk samar. Seolah berat hati melepaskan rio. Aku ingin dapat bercanda dengan rio setiap hari. Di setiap detik yang kupunya.. 

#off# 


*** 

Shilla dan rio berjalan pelan ke tempatku berdiri. Aku hendak menyingkir sebelum aku sadar, tak ada gunanya aku menyingkir . Kini, aku adalah bagian dari angin. Yang tak tampak! Yang tak dapat di sentuh . Dan benar saja, bima melewati tubuhku, tanpa berusaha menghindar. Kulihat dia membelai rambut shilla pelan, dan membuat hatiku sedikit banyak terluka. AGAIN! 

*** 


Mabil rio menepi di rumah megah yang kukenal. Ia turun sedikit tergesah lalu membukakan pintu bagi shilla. Shilla menapakkan kakinya, anggun, meski wajahnya tampak berantakan dengan airmata di sana sini. Rio tersenyum samar sembari menggandeng tangan shilla. 

Kudengar pintu gerbang yg tampak berat di buka oleh satpam. Rio berjalan melewatinya sambil terus menggandeng shilla. Kuikuti mereka. Memasuki pintu rumah yang megah. 

Ah, sudah berapa lama aku tak menginjakkan kaki ku di rumah ini? Yang pasti sejak rio jadian dengan shilla. Sejak pertama kalinya aku merasa di khianati oleh shilla. 

** 

-flash back aku dan Shilla- 

"Shilla, aku akan ke amerika" aku memasang wajah sedih, namun di dalam hatiku merasa amat lega. 

" Amerika? Buat apa??" Ia bertanya 

"Buat apa? Ya buat sekolah dong, kamu pikir buat bersenang-senang, hah? Kayak..." Aku menelan kata-kataku. 

#kaya kamu yg cuma bisa bersenang-senang dg rio!#lajutku dalam hati. 

"Kayak siapa? Lagian kenapa kamu nggak pernah bilang? Kamu nggak pernah cerita sama aku?" 


#Tenggorokan ku tercekat"KARNA SEMUA WAKTUMU CUMA BUAT RIO COWOK YANG AKU SUKA!" Kataku dalam hati 

"Karna aku juga baru taju dari mamah ku tadi pagi" kataku berbohong. 

"Aku ikut !" 

"Enggak usah! Aku nggak mau ketemu kamu!" Aku tertawa sinis " kamu sama rio aja! Enggak usah fikirin aku lagi !" 

#lagian juga kapan kalian memikirkan perasaanku# "alu berlari kencang. 

*** 

"Rio kamu sayang asprill?" Tanya shilla lirih. 

Rio menoleh. Terdiam sebentar "pertanyaanya aneh" 

"Jawab yo !" 


Rio mengangkat bahu. "Aku pacar kamu kan?" 

Shilla mengangguk. 

"Apa kamu nggak percaya sama aku?" 

"Bukan gitu yo! Ini tentang banyak perasaan. Bukan cuma perasaan aku dan kamu ! Ini tentang perasaan aku, kamu, dan asprill ! 

Rio menoleh,tanpak tertarik dengan pembahasan ini. 

"Kamu sayang dia?" Shilla kembali bertanya. 

"Kamu? Apa kamu sayang dia? " Rio balik bertanya. 
Shilla mengangguk. 

"Apa pun yang kamu sayang, siapa pun yang kamu sayang! Aku akan berusaha untuk juga menyayangi dia!" Rio tersenyum. 

Shilla kembali terisak. Lalu memeluk rio erat. 

"Asprill sayang kamu, apa kamu tau itu ?" Kudengar shilla berbisik pelan. 

#aku menangis! Kulihat airmataku menetes pelan di mataku yang tembus pandang."

 Rio memejamkan mata. Kamarnya yg sepi dengan penerangan yang berasal dari meja belajarnya. Rio terduduk di kursi belajarnya. Diam. Tiba-tiba matanya terbuka. ia menggapai laci di bawahnya. Lalu menariknya kasar. 
Merogoh isinya,sebelum akhirnya menemukan yg ia cari. 'Selembar foto' 


Foto itu terlihat kusut. Rio memendangi foto itu. Seolah bisa menemukan yg ia cari di foto itu. Aku mendekatkan tubuh ku. Mengamati foto itu lalu tersentak. Foto kusut itu menggambarkan keadaanku. Dua tahun yang lalu. Saat aku menghadiri perayaan ulang tahun shilla. 

Kulihat rio menatap kosong foto foto itu. Lalu perlahan menangis. Aku menatapnya. Apakah ini mimpi? Atau halusinasi? Untuk apa rio menangis ? Menangisiku ? Konyol sekali. Seorang " Mario stevano aditya haling ", yang bahkan hanya 1 kali dalam sebulan berbicara pada ku, dia menangisiku :O ? . Menangisi kematianku ? 

"Kamu nyebelin,asprill! Nyebelin! Kenapa kamu mati? Kenapa mati di saat aku udah ngambil keputusan ?. Kamu tau ? Aku sayang kamu. Kamu tau ? Kamu harus tau prill !! " (-̩̩̩-͡ ̗--̩̩̩͡ ) 
Ucap rio teriak sambil mengeluarkan air mata. 

"Ah kamu ga akan ngerti prill! Kamu ga pernah mencegah hubungan ku sama shilla! Jahat hamu prill! Kamu ga pernah perduli sama aku ! " Lanjut rio tersiak 


Aku menangis . Apa benar? Apa seorang rio benar-benar mencintaiku ? Kenapa ? Kenapa harus sekarang ? Kenapa harus saat aku tida akan pernah bisa memeluknya !. 



*** 
#flashback 

Mobil yang kutumpangi melaju membelah kabut. Jalan menuju bandara masih cukup lengang. Aku duduk diam di bangku belakang. Memandang sebanyak mungkin yang bisa aku pandang sebelum aku benar-benar harus meninggalkan bandung :'( . Banyak kenangan di sini. 
" Asprill, setelah kamu di amerika, mamah yakin kamu senang. Karena di sana ada fitri kaka mu" ucap mamah memecahkan keheningan. 

Aku hanya mengangguk. Lalu kembali menatap jalanan dan dan deretan toko yang berjejer. Kuambil tas yang kubawa . Kurogoh isinya. Foto itu, di mana foto itu? Aku kembali merogoh . Hingga aku mendapatkan apa yang ku cari. Foto rio yang sedang tersenyum. 
Aku membuka jendela mobil yang berada di sampingku. Angin pagi yang sejuk dan kencang menerpa wajahku. 

" Asprill, kok jendelanya dibuka? Tutup dong! Nanti asap dari luar masuk semua." Seru mamah dari bangku depan. 
"Bentar mah. Nih mau di tutup" aku menekan tombol untuk menutup jendela sampai aku sadar foto yang tadi aku genggam tertiup angin lalu terbang keluar dibawa angin. 

"Rioooooooooooo!" Teriakku meski aku tahu bahwa aku tampak konyol! 

Papah menoleh dari bangku pengemudi. 

"Kenapa prill? Rio siapa?" 
"Pah stop pah! Mobilnya stop! Berhenti sebentar!" 
"Asprill kamu kenapa?" 


Tanpa berfikir aku membuka pintu sampingku. Lupa bahwa mobil masih melaju kencang. Hingga aku tehempas jatuh . Menyentuh kasarnya aspal. Yangkulihat berikutnya adalah wajah-wajah cemas orang-orang yang ku kenal. Lalu kulihat orangtua ku. Mereka berteriak. Dan terus berteriak hingga semua yang tadi nya terlihat sudah tidak bisa ku lihat. Dan teriakan mereka sudah tak bisa ku dengar. Semua hitam! Gelap , gelap dan gelap. 

#flasback off 


Rio hanya berdiri di balkon kamarnya sedari tadi. Aku ikut berdiri di sampingnya, ingin sekali aku bisa memeluknya, tapi itu terlalu mustahil aku hanya ingin dia tahu bahwa aku juga sangat menyayanginya. 

" Kamu tau prill, aku pengen banget kamu disini! Bersamaku! " Rio tersenyum sekilas. 
"Aku tau kamu disini! Aku sayang banget sama kamu!" 

Aku berusaha merengkuh tubuh rio hingga suatu kekeuatan mendorongku jauh darinya. Aku terbang semakin tinggi meski aku sangat ingin tetap berada di dekat rio. Aku berusaha mendorong tubuhku ke bawah! Tapi sia-sia saja! Sebaliknya aku semakin naik keatas! Jauh meninggalkan rio. 
Aku juga sayang kamu rio :')


end-

THANK YOU FOR READING GUYS :) I LOVE YOU :*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar